Tata cara sujud sahwi

Disini tidak akan (sedikit sekali) kamu temui dalil-dalil, pendapat-pendapat dan lain-lain secara detail. Namun secara ringkas seringkas-ringkasnya akan dijelaskan tentang tata cara pelaksanaan sujud sahwi.

Penjelasan Umum

Sujud sahwi (sujud karena lupa) dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu sebelum salam, atau sesudah salam. Salam yang dimaksud disini adalah salam penyudah shalat fardhu. Tidak ada kewajiban untuk sujud sahwi untuk selain shalat fardhu.

Sebelum salam

Sujud sahwi sebelum salam dilakukan setelah tasyahud akhir (sesaat sebelum salam).

  1. Setelah bacaan, “Fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid” (dan bacaan do’a jika ada), langsung sujud dengan membaca, “Subhaanaka laa yanaamu walaa yashu” atau “Subhaana man laa yanamu walaa yashu”. Yang artinya kurang lebih, “Maha suci Engkau yang tidak tidur dan tidak lupa”. Tidak ada hadits yang menyebutkan tentang bacaan sujud sahwi, jika kau ragu akan hal ini, maka bacalah bacaan sujud yang biasanya.
  2. Duduk, seperti duduk diantara dua sujud shalat biasa, tanpa bacaan apapun (hanya tuma’ninah). Beberapa pendapat mengatakan bacaan yang dibaca adalah bacaan duduk diantara dua sujud shalat biasa.
  3. Sujud kembali seperti point #1 dengan bacaan serupa (sujud kedua).
  4. Duduk, seperti duduk tasyahud akhir.
  5. Langsung salam tanpa membaca do’a tasyahud (lagi).

Sesudah salam

Sujud sahwi setelah salam dilakukan setelah selesai melakukan shalat fardhu. Biasanya karna lupa untuk sujud sahwi sebelum salam (lupa untuk sujud karna lupa.. haha). Atau bisa juga dilakukan oleh Imam yang “bandel” walopun sudah dikasi tahu oleh makmum-nya (untuk kasus kurang rakaat). Untuk kasus Imam, walaupun Imam lupa dan memaksa untuk salaam, makmum harus mengikuti (mengakiri shalat. dan bukan menambah rakaat tersendiri). Kemudian melakukannya berbarengan dengan makmum (tetap dipimpin oleh Imam).

  1. Setelah salam (penyudah shalat fardhu). Langsung berdiri untuk takbir dengan niat untuk melakukan sujud sahwi. Jangan tanya bacaan niatnya, tanya hatimu.
  2. Sujud dengan membaca bacaan sujud sahwi.
  3. Duduk, seperti duduk diantara dua sujud shalat biasa (tanpa membaca apapun).
  4. Sujud kembali seperti point #2 dengan bacaan serupa (sujud kedua).
  5. Duduk, seperti duduk tasyahud akhir.
  6. Langsung salam tanpa membaca do’a tasyahud.

Yang manakah yang mesti saya kerjakan? Manakah yang lebih baik?
Beberapa Ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Tapi pedoman yang saya pakai adalah, jika saya ingat (tersadar dari lupa) sebelum salam, maka sujud sahwi itu saya lakukan sebelum salam. Jika saya terlupa juga untuk sujud, baru saya lakukan setelahnya.
Jika saya sebagai imam shalat, maka akan saya lakukan setelah salam (tanpa harus menyuruh makmum untuk mengikuti). Karena akan sedikit membingungkan makmum jika kita melakukannya sebelum salam. Dan akan menambah ketidak-khusu’-an shalat mereka.
Jika ada imam yang melakukannya sebelum salam, maka makmum wajib mengikutinya.
Tidak semua orang peduli (dan paham) tentang hal sepele yang ternyata ngga sepele ini. Jika kau ragu akan sesuatu, sedang kau tidak tau harus berbuat apa, mohonlah ampun, karna Tuhanmu Maha Pengampun lagi Mengetahui.

Tagged , ,

One thought on “Tata cara sujud sahwi

  1. Broerz says:

    Walau bukan muslim tp sip2…. maju terus pek…!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s