Menjinakkan kuda binal

Judulnya jika terbaca sekilas tampak eksentrik dan rada “nakal”. Dan kalian yang punya pikiran nakal, WAJIB meneruskan bacaan ini sampai selesai!
Cerita dibawah ini dijamin membingungkan dengan maksud memang untuk membingungkan saudara. Tapi inti dari permasalahan tetap diharapkan pemahamannya😛
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alkisah, terdapat seorang pemuda desa yang baru saja datang bersinggah di sebuah kota. Berencana untuk menetap lebih lama, dia pun mencari sesuatu yang akan membuatnya betah. Maka dilihatlah pemandangan sekitar. Sebuah Kejadian membuatnya merasa takjub sekaligus gembira. Orang-orang disekitar begitu ramai bercakap-cakap pelan. Terlihat nyaman dan enggan untuk beranjak. Seakan sedang menantikan sesuatu. Atau seseorang?
Ditempat dia berasal, kejadian seperti itu sangatlah jarang. Misalpun sungguh terjadi, tidaklah banyak orang yang bersedia menunggu. Apalagi hanya bermodal “omong-omong” tanpa camilan.
Diapun kembali bertanya-tanya dalam hati, “Ada apakah gerangan? Benarkah akan ada yang datang? Apakah ini merupakan lanjutan dari semua petunjuk-Mu?”.
Maka benarlah, selang beberapa lama, seseorang datang bersama rombongan. Terlihat dengan jelas bahwa dia seorang ‘Aliim. Langkahnya yang tegas dan agak terburu, terkesan bahwa dia merasa kurang nyaman dengan keterlambatan dirinya. Setelah sedikit berbasa-basi, diapun melanjutkan, “Nafsu! Tingkatan nafsu itu ada tiga. Nafsu Amarah, nafsu Lawwamah dan nafsu muthmainnah“.

Pemuda itu bergumam, “Aku bakal merasa aman tinggal disini. Biarpun aku harus mati disini, aku akan mati dalam keadaan yang baik, insyaAllah”.

Nafsu Amarah

Nafsu amarah ini adalah nafsu yang selalu mengarah kepada kejahatan, keburukan, kedholiman. Dan dia (yang melakukannya) bangga akan semua itu.
Contoh. Seorang pemabok yang sedang agak gila berkongkow ria dengan teman-temannya, dia berkata, “Kemaren aku abis minum 13 botol ngga mabok! Keren kan?”.
Nafsu yang dia punya itu namanya Nafsu Amarah. Ayat AlQuran yang menerangkan masalah ini adalah surat Yusuf:53.

Nafsu Lawwamah

Contoh kasus untuk lebih menjelaskan masalah ini kayaknya cocok buat penjahat yang udah taubat, atau seseorang yang pernah melakukan kesalahan, trus taubat.
Contoh. Seorang pemabok yang tadi sudah bertaubat, dia bergumam ditengah lamunan-lamunannya, “ya Rabb, kenapa juga waktu itu aku jadi pemabok, ampuni aku ya Rabbi”.
Ayat AlQuran yang membahas masalah ini ada di…… lupa aku (lupa apa ngga tau?).

Nafsu Muthmainnah

Ini tingkatan nafsu yang paling tinggi. Orang yang punya nafsu ini, dia sudah bisa menundukkan nafsunya. Ayat yang menerangkan masalah ini ada di AlQuran surat Al Fajr:27-30.

Menjinakkan kuda binal

Pembicara dalam pertemuan itu angkat bicara, “Bagaimanakah caranya menjinakkan kuda binal? Adalah kurang lebih membuat dia lapar. Setelah dia kelaparan gimana? Beri dia beban yang berat! Dan ulangi berkali-kali, maka dia akan tunduk dan jinak terhadap kita”.
Jadi intinya dalam menjinakkan kuda binal, adalah sebagai berikut :

  1. Bikin kelaparan
  2. Beri beban yang berat
  3. Beri sedikit makan, bikin kelaparan lagi
  4. Beri beban yang berat
  5. dst

Trus apa hubungannya sama nafsu? Nafsu itulah kuda binal yang dimaksud disini! Jika kau punya keinginan kuat untuk berbuat jahat, baca istighfar, kemudian minta perlindungan kepada Allah terhadap Syaithon. Jika keinginan itu masih juga ada, itu bukan lagi Syaithon (karna syaithon akan langsung lari menjauh begitu mendengar bacaan, “a’uudhu billahi minasysyaithoonirrajiim”) tapi nafsumu! Dan itulah yang perlu diTUNDUKKAN! Cara menundukkannya bagaimana? Buat dirimu kelaparan (puasa), beri beban yang berat (ibadah), dst. Maka dia akan tunduk. Lama kelamaan tingkatan nafsumu akan meningkat (ke nafsu muthmainnah).
Contoh orang yang sudah mampu menundukkan hawa nafsunya ada juga di AlQuran, namanya Nabi Yusuf. Nabi Yusuf ini juga punya keinginan terhadap Zulaikha, tapi dia mampu mengendalikannya. (Qs. 12:24). Lalu kemudian Yusuf menerangkan, setiap nafsu itu menyuruh kepada kejahatan (nafsu amarah), kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhannya (nafsu muthmainnah).
Dan akhirnya setelah kita sampai kepada tingkatan yang paling akhir, ayat berikut yang akan menyelesaikannya :

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”.
(Qs. 89:27-30)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kemudian bertanya-tanya pemuda itu, “kapan ya nafsuku diridhoi Tuhanku?”.
Mudah2an ngga lama, karna dunia ini juga ngga lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s