Perbedaan

Ternyata perbedaan itu terjadi di semua bidang, dan ngga cuma ada di Indonesia. Kenapa ya, perbedaan itu lebih kearah jurang pembatas daripada keserasian? Lebih kearah perpisahan daripada perpaduan yang unik.
Tubuhku sendiri adalah perbedaaan, tapi perbedaan yang ada padaku adalah perpaduan yang unik. Ibu Koja, Bapak Jawa dan aku sendiri malah berwajah Cina. Unik bukan?
Tapi rupanya, Kondisi fisikku yang unik ini membawaku pada perbedaan lain. Perbedaan yang membuatku harus tunduk diam, tak berkata sepatah kata pun karena memang aku tak tahu lagi harus bagaimana. Tunduk diam, karna cuma itulah yang aku bisa.

Aku punya teman dari Rawalpindi dengan kondisi serupa. Namanya cantik seperti orangnya, Arooj Fatima.
Dia disukai oleh seorang cowok bernama Salman dari kota yang berbeda di negara yang sama. Salman ini benar-benar terpikat oleh kecantikan Fatima (begitu aku memanggilnya). Fatima tau perasaan Salman terhadapnya, tapi dia membalas alakadarnya, atau bisa dibilang, menolaknya. Bisa saja dia membalas dengan perasaan yang sama, tapi dia tidak. Dia tau mereka tidak akan mungkin bersama, begitu ceritanya padaku.
Aku bertanya, “bagaimana bisa pengetahuanmu melebihi Tuhanmu dengan mengatakan itu?”. Pertanyaan yang hampir serupa dengan yang pernah kulontarkan kepada seseorang, dan aku cuma bisa diam mendengar jawabannya.
Fatima menjawab, “Aku tak tau, tapi itulah keinginan orang tuaku. Dia (Salman) adalah kaum Sunni, sedang kami adalah kaum Syi’ah. Kami tak mungkin bersama”.
Aku ingin mendebatnya dengan mengatakan, “Kalau kau berdo’a dan berusaha, ngga ada yang ngga mungkin”. Tapi aku lebih memilih diam. Aku ingat ceritaku sendiri. Aku ingat perbedaanku sendiri. Lagipula aku yakin dia melakukan itu bukan karna dia pengecut. Bukan karna takut. Tapi karna dia patuh pada orang tuanya. Dia patuh pada Tuhannya.

Aku beruntung punya Tuhan yang tidak melihat perbedaan itu. Dia bahkan berfirman, “…dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal….”. (Al Hujurat : 13).

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang bertaqwa, karna cuma itulah satu-satunya perbedaan yang dilihat oleh Tuhanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s