Manusia hanya berencana, Allaah yang menentukan. Dan ketika berita duka itu sampai, tidak semua bisa mengatasinya dengan baik. Bahkan hanya sedikit sekali yang bisa seperti sahabat nabi ini. Ga perlu jauh-jauh, aku sendiri misal. Sudah berusaha menutup diri dari segala berita tentangnya, tapi bocor juga. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.

Beberapa saat setelah “tenang”, aku baru ingat kembali ayat yang akhir-akhir ini agak sering aku dengar/baca, yaa ayyuhannas i’buduu robbakum alladhii kholaqokum wa alladhii min qoblikum la’allakum tattaquun.
Kalo denger kata ‘abdu/hamba, Aku jadi inget kuliah Ust. Nouman. Semisalpun Allaah mau mengambilnya, ya memang dari pertama dia bukan “punyaku”.

Aku jadi lebih “tenang”, walaupun sesekali masih “blank”.

 

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s