Renungan-1

Suatu ketika ada seorang sahabat sedang makan. Lalu sahabat yang lain datang membawa berita duka. Dia berkata, “Wahai fulan, anakmu meninggal dunia”.

Sahabat yang sedang makan tadi berdiri, kemudian mengucap, “Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun”. Kemudian kembali duduk melanjutkan makannya.

Sahabat yang mengabarkan tadi bingung, kemudian mengulang berita duka tadi, “Wahai fulan, anakmu meninggal dunia”.

Seperti ketika pertama kali dia mendengarnya, diapun berdiri kemudian berucap, “Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun”. Lalu kembali duduk melanjutkan makannya.

Tambah bingung, sahabat yang datang mengulangi berita duka, tapi jawabannya tetap sama. Karna penasaran, kemudian ditanya, “Kenapa kamu bersikap demikian? Sedangkan yang meninggal adalah darah dagingmu sendiri”.

Maka dijawab, “Itu memang musibah, namun Allaah mengatakan dalam Qur’an, ‘jika ditimpa musibah, maka ucapkanlah inna lillahi wa’inna ilaihi rooji’uun’ (al-baqarah:156). Dan saat ini, Allaah sedang memberi rizqy-nya berupa makanan dihadapanku. Jikapun aku meninggalkan makanan ini lalu bergegas untuk mengurus jenazah anakku, takkan menghidupkannya kembali. Lebih baik aku menikmati rizqy dari Allaah terlebih dahulu, baru kemudian setelah ini aku akan mengurus jenazahnya”.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: