Adab berdo’a Menurut Al Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya

Pertama :
Berdo’a dilakukan pada saat-saat yang mulia (Hari Arafah, Bulan Ramadhan, Hari Jum’at, Sepertiga sisa malam, waktu Sahur)

Kedua :
Berdo’a dilakukan pada waktu sujud, pada waktu bertemu dengan pasukan musuh, pada waktu turun hujan, pada waktu berdiri shalat dan pada waktu sesudah shalat

Ketiga :
Menghadap Qiblat, mengangkat kedua tangan, mengusap muka dengan dua belah tangan sesudah mengakhiri do’a (penulis blog ini kurang setuju dengan mengusap muka)

Keempat :
Merendahkan suara antara terdengar dan tidak (antara sir dan jahar)

Kelima :
Jangan berlebih-lebihan mengatur sajaknya diakhir kata

Keenam :
Bersikap rendah diri khusyu’ serta takut

Ketujuh :
Seorang yang berdo’a itu harus menujukan do’anya kepada Tuhan semata, dan harus yakin bahwa do’a nya itu akan dikabulkan

Kedelapan :
Tidak bosan-bosan dan diulang-ulang do’anya itu sampai tiga kali, dan tidak merasa kesal karena do’anya lambat terkabul

Kesembilan :
Do’a dimulai dengan memuji Allaah serta dhikir, bersholawat kepada Rosulullaah SAW, serta ditutup dengan hal yang sama

Kesepuluh :
Pokok pangkal dari kemustajaban do’a adalah bilamana bertaubat lebih dahulu, dan menghindari perbuatan jahat, serta berpasrah sepenuh hati kepada Allaah

Tambahan dari Imam Abu Qasim Al-Qusyairiy RA
Sebagian dari syarat-syarat dikabulkannya do’a seseorang adalah: apabila makanan / sesuatu yang diambil manfaat dari kehidupannya terdiri dari barang-barang yang halal

 

Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s